Kamis, 28 November 2019

Belajar Besyukur ...

Mensyukuri Nikmat Itu Indah

Indahnya Bersyukur Atas nikmat yang ada sejauh mata memandang alam jagat
raya ini dan luasnya cakrawala (langit) membentang dari segala penjuru
hingga daya lihat manusia tidak mampu menghitung luasnya cakrawala
dan bertaburnya kemerlip bintang di atas sana.
Keindahan laut, bumi yang kita pijak setiap hari serta pesona alam
menyuguhkan keindahan dan rasa damai setiap mata yang melihatnya.

Udara yang kita hirup setiap hari, tiap waktu dan bahkan setiap hela nafaskita,
sebagai makhluk hidup, tentunya kita membutuhkan yang namanya udara.

Belum lagi matahari yang memberi dampak hangat terhadap kita,
mendatangkan hujan, dan bahkan
hancurlah dunia ini kalau matahari
yang setiap hari kita lihat itu tidak ada.

Betul...???, saudaraku .....
Adakah diantara saudaraku sekalian yang lima menit saja tidak membutuhkan
terhadap udara? atau diantara saudaraku sekalian ada yang tidak
membutuhkan matahari satu hari saja? tentunya tidak ada saudaraku,
karena semuanya itu adalah kebutuhan kita yang apabila tidak ada semua itu
hancurlah kita semua.
semuanya itu adalah bukti kebesaran Allah Maulana,
Dzat yang tahu akan kebutuhan kita semua.

Lebih dekat lagi saudaraku setiap detik atau bahkan lebih kecil dari itu kita
senantiasa membutuhkan nikmat Allah sebagaimana kita bernafas, bergerak
dan disetiap detak jantung kita membutuhkan Allah sebagai Dzat yang
menghidupkan kita. Kita tidak pernah berpikir selama ini saudara
ku bahwa semua
alam ini dan semua ciptaan Allah bersatu padu untuk memberi kehidupan
terhadap kita. Apapun bentuknya baik dapat dilihat atau yang tidak pernah
kita lihat semuanya itu satu kesatuan yang disediakan untuk kita.

Berapa kali kita menikmati pemberian Allah dalam sehari saudara?,
berapa kali kita bernafas setiap waktu? dan sudah berapa lama kita hidup didunia ini? Lalu, apakah kita sudah bersyukur terhadap semuanya itu?
Kita selamanya tidak akan pernah mampu menghitung nikmat Allah
sementara setiap waktu, tiap hela nafas kita dan disetiap detak jantung kita ada
nikmat Allah yang kita pakai saudara. Kita sombong, pengecut, dan ingkar terhadap semua nikmat Allah yang diberikan Allah kepada kita. Jadi jangan heran kalau Allah menurunkan azab yang pedih kepada kita berupa banjir melanda, longsor bahkan
kemiskinan dan penderitaan ada di sekitar kita. Karena janji Allah dalam
kitabnya

Artinya: Apabila kamu bersyukur (terhadap nikmat Allah) niscaya Allah
akan menambah nikmat terhadapmu, (namun ingat saudaraku)
dan apabila Kamu ingkar terhadap nikmat-Ku (firmanAllah),
ketahuilah siksa Allah itu sangat pedih.

Mensyukuri nikmat Allah bagaimana tidak tidak cuma di ucapkan dengan lisan
seperti kebanyakan orang cuma melafalkan Alhamdulillaaah sudah kenyaaang,
itupun sesudah makan saudaraku.

Tetapi bagaimana bersyukur terhadap Allah juga dikerjakan seluruh
anggota badan dengan melakukan semua perintahnya,
menjauhi larangannya misalnya, atau bentuk lain yang dapat
menghambakan diri kepada Allah Subhanahu
Waa Ta’ala.
Selain itu juga mengakui dalam hati kita bahwa apapun yang kita lihat dan kita
rasakan adalah milik Allah sang pencipta seluruh
isi Jagad Alam Raya ini.

Kalau kita sudah mensyukuri semua nikmat Allah yang diberikan kepada kita
itu maka kita akan mendapatkan reward atau diskon berupa nikmat yang
tak terhingga nilainya, lebih dari yang kita harapkan sebelumnya.
Amiin ... Allahumma Amiin...

Tetapi
Kalau tidak pernah bersyukur atau bahkan ingkar terhadap nikmat Allah
maka jangan pernah menyalahkan Allah kalau Beliau tidak sayang lagi karena
datangnya berupa adzab lebih pedih dari yang bayangkan. Naudhubillah
.....

Marilah mulai detik ini satukan tekad, bulatkan niat untuk selalu bersyukur
terhadap nikmat Allah Sang Penguasa Jagad Raya ini sebagai bentuk penghambaan
diri kepada Allah Azza Wajalla, Dzat yang telah menghidupkan kita dan
menyayangi tanpa melihat status sosial, derajat maupun pangkat dlsbnya.

Yaa Allah ... Yaa Robb ... kehadapan-Mu hamba berserah diri, jadikanlah kami
orang-orang yang senantiasa bersyukur terhadap nikmat yang tidak pernah
kami ketahui bilangannya. hanya engkau yaa Allah ... yaa Robb ...
kami memohon pertolongan-Nya.
Amiin yaa rabbal
‘alamin ...

by: lare ndusun wsb








Kamis, 25 Juli 2019

" Pintar Karena Ilmu, Cerdas Karena Guru "

PERBEDAAN PINTAR DAN CERDAS


Seringkali banyak orang beranggapan bahwa pintar dan cerdas memiliki makna yang sama. Kata pintar dan cerdas memang merupakan sesuatu kata yang maknanya hampir sama, tetapi definisi sebenarnya sangatlah berbeda. Sebaiknya kepintaran itu diiringi dengan kecerdasan agar mampu mengembangkan setiap potensi kepintaran dan kecerdasan yang saling melengkapi.

Makna pintar lazimnya adalah mengetahui, pandai, memiliki ilmu. Tak heran jika pintar selalu dikaitkan dengan prestasi akademik, karena orang pintar selalu bergelut pada ilmu. Orang pintar mampu mencerna apapun dengan sempurna sehingga memiliki pengetahuan yang sangat luas, dan pengetahuan tersebut lah yang menjadi senjata utamanya. Orang pintar juga dikenal akan disiplin dan teratur, sehingga ia selalu mampu mengerjakan setiap hal yang diperintahkan. 

Berbeda dengan pintar yang membutuhkan proses, cerdas merupakan anugerah bawaan dari lahir dan tak bisa dicari. Oleh karena itu, orang cerdas seringkali berimprovisasi dan lebih kreatif dalam melakukan sesuatu. Kemampuan berfikir orang cerdas sangatlah cepat, sehingga ia sangat mudah mengerti, memahami, dan menangkap maksud dari suatu kondisi atau keadaan. 

Menurut, Kamus Besar Bahasa Indonesia 2001, salah satu arti kata cerdas adalah tajam fikiran. Orang cerdas tidak terpaku pada teori namun lebih terhadap pemahaman konsep. Bagi orang cerdas, senjata utamanya adalah logika, dan pengetahuan yang ia dapat dari teori hanyalah sebagai pendukung. Tak heran jika orang cerdas, tidak hanya menguasai satu materi yang itu-itu saja, biasanya orang cerdas mampu menguasai beberapa bidang tertentu, seperti musik, olahraga, seni, dan lainnya. 

Berbeda dengan orang pintar yang disiplin dan teratur, biasanya orang cerdas justru terlihat lebih santai. Namun bukan dalam arti negatif, orang cerdas tahu kapan ia harus santai dan serius, karena orang cerdas sangat fleksibel. Orang cerdas lebih mengandalkan pikiran kritis dan pengalaman. Secara emosional, orang cerdas cenderung lebih stabil emosinya dibanding orang pintar.

album poto TKIT Al-Fath Jalen Kabupaten Bekasi Jawa Barat (2018-2019)